Bezos menjadi paling kaya bukan karena Amazon membuat pundi-pundi keuntungan yang besar. Melainkan karena kekayaan Bill Gates yang makin berkurang karena disumbangkan

Bezos menjadi paling kaya bukan karena Amazon membuat pundi-pundi keuntungan yang besar. Melainkan karena kekayaan Bill Gates yang makin berkurang karena disumbangkan – Orang berduit bisa melakukan apapun dengan uangnya, termasuk melunasi utang sebuah negara. Lihat apa yang telah dilakukan Bill Gates melalui Bill & Melinda Gates Foundation kepada Nigeria.

Yayasan yang bergerak di bidang amal itu sepakat akan melunasi hutang Nigeria kepada Jepang sebesar US $76 juta (sekitar Rp1,02 triliun) untuk program pemberantasan polio.

Utang Nigeria tak akan buat Bill Gates jatuh miskinKalau pun tidak bisa sekaya Bill Gates, kita bisa mencontoh gerakan berbaginya.

Seorang juru bicara Gates Foundation kepada Quartz Africa mengatakan, kesediaan Gates Foundation untuk melunasi utang ini karena Nigeria telah berhasil menyebarluaskan cakupan vaksin polio hingga lebih dari 80 persen pada area yang memiliki risiko polio tinggi di negaranya setiap tahun.

Angsuran utang yang diambil pada tahun 2014 akan dimulai tahun ini dengan tenor waktu pembayaran hingga 20 tahun.

Melansir situs polioeradication.org, Nigeria telah berperang melawan polio sejak angka penduduk yang terjangkit polio melonjak hingga setengah populasi pada 2012. Penyebaran cakupan vaksin pun dilakukan sejak saat itu.

Nigeria nyaris menjadi negara bebas polio pada tahun 2016, setelah sepanjang tahun 2014 hingga 2016 tidak ada laporan kasus polio. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan dua kasus polio di sebuah daerah pelosok sebelah timur laut Nigeria, wilayah yang memang jauh dari akses kesehatan.

Temuan tersebut menjadi salah satu pukulan bagi pemerintah di tengah upaya untuk membasmi kasus penyakit yang penyebarannya disebabkan oleh virus itu.

Namun, berselang satu tahun setelahnya, pemerintah Nigeria optimistis mengklaim tidak ada lagi kasus polio terbaru di negara itu. Sepanjang satu dekade terakhir, jumlah penderita (kebanyakan anak-anak di bawah 5 tahun) tercatat merosot dari ratusan menjadi puluhan.

Upaya itu yang kemudian menarik perhatian Gates Foundation. Pasangan suami istri Gates itu mengaku “sangat prihatin” dengan perkembangan yang terjadi di Nigeria. Hal ini boleh jadi karena pemberantasan polio adalah salah satu program prioritas di yayasan tersebut.

Menurut The Independent, Gates Foundation juga pernah memberikan bantuan hingga mencapai nyaris US $450 juta kepada India untuk program serupa pada tujuh tahun lalu.

Sebagai catatan, polio tidak bisa disembuhkan melainkan bisa dicegah dengan vaksis. Pada salah satu penelitiannya, virus polio tidak bisa bertahan di tubuh binatang dan bisa hidup di luar tubuh manusia hingga dua bulan.

Utang Nigeria Tak Seberapa

Jika Anda mengira donasi yang diberikan Bill Gates untuk Nigeria adalah sesuatu yang luar biasa, tahan dulu asumsi itu. Sebab, donasi itu bukan yang pertama dan juga bukan yang terbesar.

Juni 2017, pendiri Microsoft ini mendonasikan 64 juta lembar saham Microsoft miliknya yang setara dengan 5 persen seluruh kekayaannya. Jika diuangkan, puluhan juta lembar saham itu bernilai sekitar US $4,6 miliar (sekitar Rp61,42 triliun).

Tak ada yang tahu kepada siapa uang itu diberikan. Bill Gates maupun istrinya tak pernah membuka ke publik siapa penerima donasi. Menurut sekuritas yang mengurus pengalihan saham, Securities & Exchange Commission (SEC), donasi akan digunakan untuk aksi filantropi mereka.

Bloomberg melansir, donasi itu adalah yang terbesar kedua yang pernah diberikan. Pada tahun 2000, tahun yang sama Gates keluar dari Microsoft dan mendirikan Bill and Melinda Gates Foundation–Gatesmendonasikan sekitar US $21,1 miliar (sekitar Rp281,85 triliun) kekayaannya yang berbentuk saham Microsoft.

Gates mendapatkan jatah senilai US $35 miliar (sekitar 700 juta lembar saham) dalam bentuk saham Microsoft pada 1994. Beragam donasi yang diberikannya selama ini telah mereduksi kepemilikan sahamnya di Microsoft hingga bersisa 1,3 persen.

The Verge menduga, jika Gates terus mendonasikan saham Microsoftnya, maka dia akan kehabisan seluruh kepemilikannya di Microsoft pada 2019.

Tapi Gates nampaknya juga tak berniat untuk berhenti memberi. 2010, bersama sahabatnya yang juga orang terkaya ketiga di dunia, Warren Buffet, menginisasi gerakan yang diberi nama *Giving Pledge. *

Giving Pledge adalah bentuk komitmen para orang/keluarga kaya di muka bumi yang hendak mendonasikan lebih dari separuh kekayaannya untuk mengentaskan sejumlah masalah seperti kemiskinan, bantuan pengungsi, bencana alam, kesehatan global, pendidikan, pemberdayaan perempuan dan anak-anak, kebudayaan, lingkungan hidup, penelitian kesehatan, dan reformasi peradilan.

Laman givingpledge.org menyebut, hingga saat ini sudah ada 173 miliarder dari berbagai belahan dunia yang menyatakan bergabung dengan gerakan ini, beberapa di antaranya adalah pasangan Richard-Joan Branson dan pasangan Mark Zuckerberg-Priscilla Chan.

Bill Gates Tak Akan Jatuh Miskin

Satu hal yang menyenangkan dari seorang Bill Gates adalah dia tak akan pernah jatuh miskin, atau paling tidak hidup pas-pasan.

Hari ini, Rabu (17/1/2018), laman Forbes menyebut total kekayaan Bill Gates mencapai US $91,9 miliar atau sekitar Rp1.217,5 triliun atau sekitar 0,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat, dan atau lebih dari setengah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018.

Jika Gates adalah sebuah negara, maka dia akan seperti Republik Slovakia (negara terkaya ke-63, versi Bank Dunia), yang memiliki PDB di angka sekitar US $89,76 miliar.

Uang itu memang akan habis jika terus dibagikan. Persoalannya, sesering apapun Gates menyumbangkan uangnya, dia akan tetap menghasilkan sekitar US $15 miliar (sekitar Rp200,38 triliun) per tahunnya. Setidaknya begitu perhitungan Bloomberg’s Billionaires Index.

Lalu, dari mana datangnya kekayaan Gates? Jawabannya bukan Microsoft.

Aset terbesar yang dimiliki Gates berasal dari Cascade Investment, perusahaan yang berinvestasi di banyak perusahaan publik (terbuka).

Gates juga memperoleh untung yang besar dari Canadian National Railways, perusahaan penyedia layanan kereta yang menghubungkan sebelah barat Kanada dan selatan Amerika Serikat. Gates juga investor terbesar The Strategic Hotel Group (menaungi jenama hotel bintang lima seperti Intercontinental, Four Seasons, dan Ritz Carlton).

Tak hanya itu, dia juga tercatat sebagai investor dari perusahaan pengelola sampah, Republic Services; Deere and Company; dan perusahaan pengembangan teknologi air dan energi, Ecolab.

Dalam sebuah wawancara kepada TIME, Gates menyebut semua uangnya adalah bukan miliknya, melainkan mukjizat Tuhan. Terlebih lagi, Gates menaruh harapan besar akan kehidupan masa depan yang lebih baik, oleh karenanya ia ingin berkontribusi di situ.

Satu hal yang mungkin akan hilang darinya adalah predikat orang terkaya nomor satu di dunia. Saat ini, posisi orang terkaya nomor satu diduduki oleh pendiri Amazon, Jeff Bezos, dengan nilai kekayaan mencapai US $105,1 miliar, lalu diikuti Bill Gates dan Warren Buffet.

Namun, Bezos menjadi paling kaya bukan karena Amazon membuat pundi-pundi keuntungan yang besar. Melainkan karena kekayaan Bill Gates yang makin berkurang karena disumbangkan.

Lepas dari semua itu, seorang profesor Harvard University pernah membuat penelitian yang menyebut, memberikan uang kita kepada yang membutuhkan akan membuat kita semakin bahagia.

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *