Beberapa Hal Dalam Pacaran Ini Egga Perlu Di-share di Media Sosial

Bacayuk.com Beda momen beda keadaan. Kalau dulu album foto sama si pacar cuma ditaro di kamar, sekarang foto ditaro di media sosial. Di satu sisi, para pasangan seneng karena dapet perhatian dari orang-orang. Nggak jarang juga kan tuh yang disebut sebagai pasangan panutan.

Tapi, kamu perlu tahu nih nggak semua momen dalam pacaran perlu di-share di media sosial. Apalagi 5 Hal ini:

Hal Personal Tentang si Doi

Kalau lagi terbakar asmara, apa pun dari si dia pasti terlihat menarik bagimu. Nah, kalau udah gitu bawaannya jadi pengen pamer mulu pesonanya ke media sosial.

Tapi, berbagi foto-foto pasangan yang sifatnya personal, akan membuat hubungan kalian menjadi kurang intim. Ini juga bisa membuat pasanganmu kurang nyaman.

“Kamu bisa mengunggah apa pun yang personal soal dirimu sendiri, tapi jangan mengunggah hal-hal personal soal pasanganmu, karena akan mengganggu privasi,” kata Dawn Michael, seorang pakar hubungan percintaan dan seksolog klinik.

“Cobalah peka dengan hal-hal lain di luar hubungan percintaan kalian. Jangan mengunggahnya (hal personal), kecuali dia yang mengunggahnya sendiri.”

Cerita Tentang Ribut dan Drama Hubungan 

Kamu mungkin pernah adu mulut dan bertengkar dengan pasangan sehingga membuat kesal.

Mungkin saja saat itu Kamu membutuhkan saran dari teman-temanmu di media sosial, agar bisa menyelesaikan masalahmu. Tapi, selain tak berkelas, hal ini juga bisa menyakiti pasanganmu karena bisa berdampak pada reputasi dia.

“Saat pertengkaran kalian berakhir, kamu akan sangat menyesal telah mengatakan atau mengunggah hal itu.”

“Sebab, sekarang orang-orang memiliki kesan buruk terhadap pasanganmu,” ujar Michael.

Selfie berciuman

Pakar hubungan percintaan siber sekaligus penulis “The Rules of Netiqueette: How to Mind Your Digital Manners”, Julia Spira juga ikut memberikan pendapat. Menurutnya, foto-foto kebersamaan dengan pasangan, bahkan foto berciuman pun, mungkin tak masalah diunggah ke media sosial untuk satu-dua kali.

Tapi, jika pose semacam itu terlalu banyak dibagikan, hal ini bisa berdampak buruk terhadap apa yang dipikirkan oleh orang-orang di sekitar kamu.

Salah satunya, menimbulkan kecemburuan. Kamu tak pernah tahu apakah ada temanmu di media sosial yang sudah melajang terlalu lama, atau baru saja gagal membina hubungan, kesepian, atau persoalan pribadi lainnya.

Hal-hal intimmu dan pasangan yang Kamu unggah akan menyakitkan bagi mereka yang tak seberuntung Kamu.

“Teman-temanmu yang single mungkin kurang nyaman.”

Mereka bisa saja kemudian meng-“unfollow” atau menge-“block” akun media sosial kalian, jika kalian terlalu banyak berbagi foto-foto seperti itu,” kata Spira. Lagi-lagi, belajarlah untuk peka.

Pamer Kado Mahal 

Dapat hadiah mewah dari pasanganmu memang membuatmu senang. Tapi, hal-hal itu akan membuat teman-temanmu yang tak seberuntung Kamu merasa lebih rendah dan menjadi pribadi yang tak bersyukur.

“Banyak orang berjuang untuk bertahan secara finansial dan melihat sosial media sebagai hiburan.”

“Jadi, melihat foto-foto hadiah mahal yang tak bisa mereka beli tersebut, memiliki arti yang sangat dalam,” kata Spira.

“Pamer di media sosial sangat tak dianjurkan, dan bagian dari berinternet.” kata dia.

Ini juga bisa menjadi bentuk penghinaan terhadap pasanganmu, yang sudah merancang momentum bahagia tersebut sebagai hal personal bersamamu.

Bukan justru untuk dipamerkan kepada semua orang.

Putus hubungan

Jika hubungan kalian kandas, kalian berdualah yang harus menyelesaikannya, termasuk dalam masalah emosi personal.

Tak perlu mengumpulkan saran-saran dari kolom komen di media sosial. “Jangan berlebihan. Saat harus berakhir, berakhirlah,” kata Spira.

Hal bagaimana Kamu diputuskan bukanlah isu yang perlu diketahui publik luas.

Untuk di Facebook, misalnya, cukuplah ganti status hubunganmu menjadi “single”. “Simpan detailnya untuk dirimu sendiri.” kata dia.

Mempublikasikan hal-hal detail

Kamu tak perlu menjadi orang yang oversharing atau terlalu sering membagikan kebersamaan dengan pasangan di media sosial.

Percaya diri terhadap hubunganmu berarti Kamu tak perlu membagikan setiap detiknya di media sosial.

Pakar hubungan dan psikoterapis Sarah Mandel menjelaskan, saat Kamu puas dengan hubunganmu, seharusnya kamu lebih memilih menyimpan detailnya secara detail.

Pasangan dengan hubungan sehat sangat tahu nilai dari momen-momen keintiman mereka yang tak perlu diketahui orang lain.

Terlalu banyak sharing akan mengurangi keistimewaan hubungan kalian. Selain itu, lihatlah apa alasanmu di balik terlalu banyak berbagi tersebut.

Apakah kamu hanya ingin perhatian orang lain? Apakah Kamu ingin memberi kode bahwa kamu menginginkan sesuatu yang lebih dari hubunganmu?

“Memamerkan setiap momentum yang kamu habiskan dengan pasanganmu bisa jadi merupakan tanda bahwa hubungan kalian banyak kekurangan.”

“Sehingga perlu ada yang diperbaiki dalam hubungan itu,” kata Mandel.

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *