PW IPA Yogyakarta Tolak Kudeta Organisasi, Hairunnisa Br. Sagala Tegaskan Dukungan untuk PP IPA yang Sah
Bacayuk.com – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Al Washliyah (PW IPA) Yogyakarta secara resmi menyatakan sikap menolak keras segala bentuk upaya kudeta terhadap kepemimpinan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Al Washliyah (PP IPA) Pusat. Pernyataan tegas ini disampaikan langsung oleh Ketua PW IPA Yogyakarta, Hairunnisa Br. Sagala.
Hairunnisa menjelaskan bahwa upaya kudeta yang diduga kuat dilakukan oleh oknum Sekretaris PW IPA Sumatera Utara, Irham Tajhi, merupakan tindakan yang tidak hanya mencederai konstitusi dan aturan organisasi, tetapi juga secara fundamental merusak citra perjuangan pelajar Islam.
“Tindakan tersebut sungguh tidak dapat dibenarkan. Ini bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan sebuah manuver pribadi yang bertentangan langsung dengan semangat persaudaraan, keikhlasan, dan loyalitas yang selalu kami junjung tinggi dalam bingkai perjuangan pelajar Islam,” tegas Hairunnisa melalui sambungan telepon kepada bacayuk.com.
Lebih lanjut, Hairunnisa menekankan bahwa PW IPA Yogyakarta tidak akan tinggal diam melihat adanya upaya yang berpotensi memecah belah dan melemahkan organisasi. “Kami, PW IPA Yogyakarta, berdiri kokoh bersama PP IPA yang sah. Kami menolak dengan tegas segala bentuk manuver pribadi yang jelas-jelas bertentangan dengan konstitusi organisasi dan mengancam keutuhan serta stabilitas IPA,” imbuhnya dengan nada mantap.
Menurutnya, fondasi organisasi harus dibangun di atas kejujuran dan akhlak. “Organisasi ini bukan milik individu atau sekelompok orang. Ini adalah amanah bersama yang harus dijaga dengan nilai-nilai luhur, kejujuran, adab, dan akhlak. Ambisi pribadi tidak boleh mengorbankan masa depan dan integritas organisasi yang telah diperjuangkan selama ini,” jelas Hairunnisa, menegaskan komitmen PW IPA Yogyakarta terhadap prinsip-prinsip dasar organisasi.
Selain menyatakan penolakan, PW IPA Yogyakarta juga menyerukan kepada seluruh kader di seluruh Indonesia untuk tetap solid dan fokus. Hairunnisa mengajak semua elemen organisasi untuk bersama-sama menyongsong Muktamar IPA yang dijadwalkan pada 2–3 September 2025 di Jakarta. Muktamar tersebut merupakan forum tertinggi dan sah dalam menentukan arah organisasi ke depan.
“Masa depan organisasi hanya akan kokoh jika dibangun di atas fondasi kejujuran, adab, dan akhlak — bukan dengan intrik dan ambisi. Ketika niat kita lurus, maka jalan perjuangan akan terang,” pungkas Hairunnisa, menekankan pentingnya persatuan dan fokus pada tujuan bersama demi kemajuan IPA.
Pernyataan sikap ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi seluruh anggota IPA di berbagai wilayah untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan, serta menolak segala bentuk perpecahan yang dapat merugikan organisasi. PW IPA Yogyakarta berkomitmen untuk terus mendukung kepemimpinan PP IPA yang sah dan bekerja sama dalam membangun organisasi yang lebih baik dan solid di masa mendatang.








